Natijah Ibadat dan Kelazatannya

Pondok Pasir Tumboh

Petikan daripada Kitab Bimbingan Mukmin

Sayugialah hendaknya jangan sampai seseorang itu menganggap bahawa natijah sembahyangnya tidak boleh sampai ke peringkat qurratul-‘ain (cenderamata), sebab natijah ibadat-ibadat itu adalah semacam kelazatan bagi diri, sedang adat kebiasaan pula akan mencetuskan di dalam diri berbagai-bagai keindahan yang lebih aneh dari hal-hal yang disebutkan tadi.

Misalnya kita sering melihat penjudi yang muflis (bankrap) terkadang-kadang merasa gembira dan senang hati dengan perjudiannya, di mana ia menganggap bahawa kegembiraan orang yang tiada berjudi itu tidak seindah kegembiraannya yang berjudi, padahal perjudian itu akan merampas segala harta bendanya dan menghancurkan kerukunan rumahtangganya serta menjadikannya seorang muflis.

Namun demikian ia masih gemar dan cinta kepada perjudian juga, dan merasa senang dan enak ketika berjudi. Sebabnya boleh berlaku demikian ialah kerana perjudian itu telah berdarah daging dalam dirinya, dan ia telah terlalu biasa dengan perjudian dalam masa agak yang panjang.

Demikian pulalah dengan halnya orang yang suka bermain-main dengan burung…

View original post 187 more words

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s